Mencintai kehilangan

MENCINTAI KEHILANGAN-^-SONG ANANDITO DWIS***
Berjalan, berlari, hati tertindih. sulit tapi harus aku putuskan. Aku butuh kepastian darimu, apa artinya kita selama ini.  Perhatianmu, ajakanmu untuk shalat, lantunan ayat suci yang sering ku dengar dari suaramu, lagu-lagu romantis yang kamu nyanyikan, kata-kata yang membuatku merasa bahwa aku adalah milikmu. Tapi tidak ada ikatan apapun diantara kita. Lalu, apa yang kita lakukan selama ini. Salahkah bila aku menuntut untuk menjadi kekasihmu. Nyata nya kamu tidak bisa memenuhi keinginanku, aku tahu kamu harus menyelesaikan kuliahmu. Dan bukan itu alasan kenapa kamu tidak memenuhi keinginanku untuk menjadi kekasimu. Aku tahu menjalin hubungan tanpa ada ikatan suci pernikahan adalah hal yang di larang agama. Aku pun sadar, kamu sama dengan diriku yang harus mengejar cita-cita.
Jalanmu...Jalanku...Belum sempurna, Biar masa depan yang sempurnakan. Mungkin cinta ini datang di saat yang belum tepat. Datang di waktu yang belum kita kehendaki. Tapi sungguh hati tidak akan bisa bohong. Bagaimana mungkin aku bisa terus menyembunyikan perasaan dan keinginanku. Aku takut untuk kehilanganmu, aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu. Bila memang keinginanku tidak bisa kamu penuhi aku ikhlas melepasmu.
Suara-suara batinku , melepaskanmu, lirih-lirih jiwaku  membasuh pilu. Sulit memang menerima kenyataan ini. Keyakinanku untuk memilihmu memang terus tumbuh, tapi ada kala nya saat keyakinan datang tak sesuai dengan kenyataan. Kamu memintaku untuk tidak menunggu, kamu juga meminta ku untuk tetap tersenyum meski pada akhirnya kita tak lagi bersama. Kamu bilang cinta putih yang ku beri untukmu, akan kamu simpan dalam hati. mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita berdua. Karena kita tidak akan menjalin hubungan tanpa adanya ikatan suci pernikahan. Lagi-lagi kamu memintaku untuk tetap tersenyum bila kamu tak bisa lagi di sisiku. Tidak mungkin aku akan tetap tersenyum, kenyataan nya aku menangis, terluka dengan semua yang terjadi. Mencintai tapi tak bisa memiliki. Kamu bilang cinta adalah anugerah, dan cinta yang suci tidak akan di lakukan tanpa adanya ikatan suci. Baiklah aku akan mencoba melepaskanmu meski pun sulit.
Takdir yang Kau beri, menguji hatiku. Terasa menyesakkan, kehilangan ini. Memulai hari tanpa kamu, membiasakan hari tanpa perhatianmu. Semua yang biasa kamu beri untuk kini tak lagi aku dapatkan. Begitu sulit aku menjalani hariku, tak ada lagi bahagia. Harapanku harus terhalang oleh keinginan meraih cinta suci.Setelah hari banyak berlalu, satu tahun sudah aku mengosongkan hati. bukan karena menunngu kamu, tapi karena memang aku inginkan cinta suci. Satu tahun sudah aku lewati, aku ingin tahu bagaimana kabarmu? Bagaimana study mu? Ku cari tahu semua itu, aku bahagia mendengar kabarmu baik-baik saja, lebih bahagia lagi kamu baru saja menyelesaikan study mu. Namun aku terluka setelah ku tahu bahwa kamu akan segera menikah dengan wanita itu. Wanita yang saat ini jauh lebih baik dariku, wanita yang sudah siap menjadi pendamping hidupmu.
Tangis yang Kau beri, membuka mataku. Bahwa cinta yang sebenar cinta hanya ada SATU. Karena kehilangan ini, ku mampu mendekat kepadaMu. Sekarang aku benar-benar sadar, cinta akan datang di waktu yang tepat dan di saat kita siap. Aku berpikir, mungkin jika saat ini aku sudah mampu meraih cita-citaku, dan kamu sudah menyelesaikan study mu, kita akan menjadi pasangan yang pas. Itu jika kenyataan nya seperti itu, dan saat ini aku belum pantas untukmu. Masih banyak sifat dan perilaku ku yang harus ku perbaiki. Dan wanita itu, wanita yang sudah pantas dan siap untuk menjadi pendampingmu.
Daun terjatuh di hadapanku,
Belajar menerima,
Belajar menerima semuanya.

Yang harus aku lakukan adalah belajar mencintai untuk mengikhlaskan, bukan untuk memiliki. Tidak perlu sibuk mengejar cinta manusia, cinta dari-NYA lah yang harus ku kejar. Meraih cinta-NYA agar kelak Sang Pencipta yang  mempersatukan ku dengan seseorang yang juga mengejar cinta-NYA. Pantaskan diri di hadap-NYA, menanti dalam taat, melangkah dalam sabar. Bila Dia sudah berkehendak siapa yang bisa menolak, bila Dia sudah mengizinkan, siapa yang bisa menahan.

Songs by: Anandito Dwis-Mencintai Kehilangan                                                                                                                                                                                    Editing by: Dfitri Lestari                                                                                                                                                           Jakarta, 29 februari 2016. 13:12 pm
Hanya terinspirasi dari lagu ini, maka itu saya sedikit edit menjadi sebuah penggambaran cerita yang lebih jelas. Tidak ada maksud apapun saat menyunting ini. Maaf untuk para penggemar Anandito Dwis. Dalam tulisan ini, ambilah sisi positifnya.
Salam hangat.
Salam literasi.
Regrads,
Fitriana Lestari a.k.a Dfitri Lestari
Jika ingin memberikan apresiasi, silahkan saja. Saya pun berharap.
Maaf jika ada kata-kata yang salah.
Terimakasih.


No comments:

Post a Comment

Menulis adalah obat segala kegelisahan yang menyelimuti hati

Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, semakin menjauh Yusuf darinya. Namun ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf kepadanya.