Hembusan Nafasku

Hembusan Nafasku
Oleh : Fitriana Lestari



Ayah..
Kata-katanya bagai telaga sejuk
mengaliri relung-relung hatiku
Ayah yang selama ini tak pernah memanjakanku
Tak pernah memujiku.

Sifat keras nya selama ini
Agar ku punya hati sekeras baja untuk menapaki hidup
Ayah ingin aku menjadi sosok yang berbeda
Punya karakter dan prinsip yang berbeda.

Menjadi wanita tangguh
Menjadi seseorang
Menjadi orang dalam arti sebenarnya
Siap mengarungi kerasnya hidup                  

Disini kutulis cerita tentangnya
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapapun sakitnya kau tetap penuh cinta

Tanpa lelah kau korbankan segalanya untukku
 Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahnya
kau terus berjalan diantara duri-duri

Terdiam sejenak dalam renungan
Kala bayang wajahnya datang menyapa
Waktupun berputar kebelakang
membuka memori kenangan kecilku. 

Terlihat senyum tulusnya
Terasa doa Ayah yang tak pernah henti.
 Tercipta kasih sayang tulusnya
Terasa pengorbanan nya tak pernah henti.

Di saat ku bahagia
Air mata kebahagiaan terpancar bersinar
Di saat ku sedih
Air mata doa tiada pernah berhenti

Tiada pernah mengeluh
Tiada pernah kecewa
Tiada pernah lelah Jiwa
sungguh indah akan kasih dan sayangnya
pengorbanannya ada disetiap hembusan nafasku

Terbit dalam buku kepadamu Ayah yang ku banggakan*


No comments:

Post a Comment

Menulis adalah obat segala kegelisahan yang menyelimuti hati

Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, semakin menjauh Yusuf darinya. Namun ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf kepadanya.